Halo, saya Israz.
AI Automation Specialist berbasis Jakarta. Saya build custom automation untuk Indonesian SMB pakai n8n, Claude AI, FastAPI, dan Postgres.
Nexo AI didirikan dari frustrasi: banyak tools automasi global yang bagus secara teknis, tapi gak fit konteks bisnis Indonesia — dari bahasa, payment gateway, sampai marketplace lokal. Saya nge-build yang fit.
Perjalanan
Mulai belajar programming otodidak — Python, API integration, automation scripting.
Pertama kali pakai n8n untuk automate proses internal. Langsung addicted.
Build Nexo AI sebagai SaaS product — multi-tenant automation platform untuk Indonesian SMB.
Pivot dari SaaS ke agency model — fokus custom build dengan hasil terukur.
Portfolio 7+ project, specialisasi di multi-agent AI systems dengan n8n + Claude AI.
Expanding Nexo AI — lebih banyak project, lebih banyak pattern yang battle-tested.
Tech Stack
Tools yang saya gunakan sehari-hari untuk build automation.
Cara kerja saya
Prinsip yang menentukan cara saya approach setiap project.
Delivery dulu, proposal kemudian
Saya tidak jual mimpi. Setiap project dimulai dengan scope yang jelas dan timeline yang realistis. Kalau saya tidak yakin bisa deliver, saya bilang dari awal.
Transparansi total
Pricing transparan, progress di-share daily, blockers di-escalate immediately. Tidak ada "lagi dikerjakan" tanpa update konkret.
Built for Indonesian context
Tools global seringkali gak fit konteks lokal: bahasa, payment gateway, marketplace, regulatory. Saya build yang fit dari awal.
Transfer knowledge, bukan dependency
Setiap delivery include tutorial Loom + Notion runbook. Tujuannya: tim Pak/Bu bisa manage sendiri. Kalau mau tetap engaged, ada retainer — tapi itu pilihan, bukan kewajiban.
"Indonesian biz under-served oleh AI automation yang tepat. Sebagian besar tools dunia gak fit konteks lokal. Saya nge-build yang fit."
— Israz, Founder Nexo AI